Mapepada/Mapeed

Mapepada/Mapeed

Magender

Mapepada/Mapeed

Mustaman: ” Ritual MONSEHE pada Etnik Culambacu di Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara”

fotoPromosi Doktor Mustaman,S.SOS.,M.Si dari Program Studi Kajian Budaya

Jumat, 22  Mei 2015. Program Pascasarjana kembali mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor atas nama Promovendus Mustaman,S.SOS.,M.Si, dari Program Doktor Kajian Budaya dengan disertasinya yang berjudul “Ritual MONSEHE pada Etnik Culambacu di Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara”. Acara sidang ini dipimpin oleh Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A.

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa  Pada era globalisasi perubahan dan eksistensi kebudayaan lokal merupakan fenomena yang sangat menarik untuk diteliti. Fenomena di atas menjadi menarik karena di satu sisi manusia pencipta budaya, tetapi di sisi lain manusia merupakan produk budaya. Keterkaitan yang erat dari kedua hal di atas memberikan bukti bahwa manusia tidak dapat hidup tanpa budaya, betapapun primitifnya, sebagaimana pada kehidupan etnik Culambacu. Kehidupan berbudaya merupakan ciri manusia yang akan terus hidup sepanjang zaman dan tidak dapat dimusnahkan. Atas dasar anggapan tersebut, maka ritual monsehe menjadi penting dikaji dengan fokus masalah (1) bagaimana bentuk ritual monsehe, (2) ideologi apa yang ada dibalik ritual monsehe, dan (3) apa makna yang terkandung dalam ritual monsehe. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sebagai landasan analisis, digunakan teori struktural fungsional, teori semiotik, dan teori hegemoni. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk ritual monsehe sebagai berikut : pertama ritual monsehe tolak bala (monsehe ini ‘a), ritual monsehe dalam penyelesaian konflik, ritual monsehe dalam perselingkuhan (umo ‘api), ritual monsehe pada upacara kematian, ritual monsehe dalam pengobatan. Dalam pelaksanaan ritual tersebut, masing-masing memiliki spesifikasi tersendiri dalam aspek waktu, tempat, aktor, bahasa, dan sarana yang digunakan. Isi pesan yang terkandung dalam perangkat simbolis pada ritual monsehe mengandung makna yang saling terkait. Kedua, ritual monsehe selain berfungsi untuk pengobatan dan pencegahan bencana juga mengandung beberapa ideologi di dalamnya, yang terbagi dalam dua bagian, yakni ideologi kosmologi dan ideologi religius. Ideologi kosmologi terkait dengan konsepsi etnik Culambacu tentang penciptaan alam semesta dan manusia, sedangkah ideologi religius terkait dengan hubungan antara manusia dan Tuhan. Ketiga totalitas ritual monsehe yang dipraktikkan etnik (‘ulambacu terakumulasi dalam bentuk simbol-simbol yang urat makna, yakni makna religius, makna keharmonisan, makna pendidikan, makna identitas, makna pengendalian sosial, dan makna solidaritas. Walaupun sarat makna dalam era globalisasi, eksistensi ritual monsehe belakangan ini mengalami kendala dan tekanan eksternal dengan kelompok Islam ekstrem atas nama ideologi lslam mainstream yang mendasarkan pada kebenaran tunggal dan menolak tradisi lokal ritual monsehe karena dianggap mengandung ajaran animisme yang bersifat syirik, musryik, dan sesat. Selain itu, pengetahuan dan teknologi, informasi dan modernitas yang melanda etnik Culambacu juga menjadi kendala. Kondisi yang demikian mengidentifikasi bahwa proses hegemoni dan dominasi ideologi lslam mainstream dan modernisasi terhadap tradisi lokal ritual monsehe etnik Culambacu di Sulawesi Tenggara menjadi semakin intensif.

Beasiswa BPP-DN Kemenristek Dikti 2015

Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) tahun anggaran 2015 gelombang kedua dibuka bagi Dosen Tetap (PTN dan PTS) dan Tenaga Kependidikan dilingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) periode masuk semester gasal tahun akademik 2015/2016.

Bagi yang sudah mendaftar, agar bukti pendaftaran online BPP-DN diserahkan ke Pengelola Beasiswa di Program Pascasarjana Universitas Udayana.

Link daftar online: http://beasiswa.dikti.go.id/bppdn/

Info Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Wawancara 2015

http://www.pps.unud.ac.id/wp-content/uploads/Jadwal-TKD.jpg

Syahrun: ” Komodifikasi Ritual Tuturangiana Andala Pada Masyarakat Nelayan Pulau Makasar Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara”

Senin, 20 April 2015. Program Pascasarjana Universitas Udayana menyelenggrakan sidang terbuka ujian promosi doktor atas nama promovendus : Syahrun dari Program Studi Doktor Kajian Budaya.

Dalam disertasinya dinyatakan bahwa ritual tuturangiana andala merupakan tradisi melarung sesaji di laut yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh  masyarakat nelayan Pulau Makassar, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada era kemajuan teknologi saat ini, ritual tuturangiana andala telah dipengaruhi oleh praktik komodifikasi sehingga proses ritual yang tadinya pelaksanaannya lebih sederhana dan sakral, sekarang menjadi lebih meriah karena pemerintah dan masyarakat bersama-sama mengemas ritual ini sebagai ajang  promosi daerah. Pemerintah Kota Baubau melakukan perubahan tampilan ritual tuturangiana andala untuk kebutuhan yang bersifat komoditatif, segala sesuatu dijadikan barang yang bernilai jual untuk mendapatkan keuntungan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ada empat masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini,  yaitu (I) bagaimanakah proses komodifikasi ritual tuturangiana andala, (2) bagaimanakah masyarakat Pulau Makassar memaknai komodifikasi ritual tuturangiana andala, (3) bagaimanakah implikasi komodifikasi ritual tuturangiana andalaterhadap . sistem sosial kultural masyarakat, (4) bagaimanakah strategi pewarisan ritual naurangiana andala. Pengkajian terhadap masalah tersebut menggunakan teori semiotika, teori ritus dan teori wacana kekuasaan/pengetahuan. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara wawancara mendalam, observasi langsung di wilayah Pulau Makassar, dan dokumentasi.

Hasil penelitian dapat dipilah menjadi empat bagian. Pertama, lahirnya komodifikasi ritual tuturangiana andala didasari oleh keinginan pemerintah Kota Baubau untuk mempromosikan diri sebagai daerah tujuan wisata di kawasan Indonesia Timur. Di tengah pengaruh arus globalisasi dan kemajuan teknologi informasi saat ini ritual tuturangiana andala oleh pemerintah Kota Baubau dijadikan sebagai bahan komoditas untuk menarik wisatawan dengan menyelenggarakan event Festival Perairan Pulau Makassar. Kedua, komodifikasi ritual ttaurangiana andala memiliki makna, di antaranya: (1) makna filosofi, yaitu masyarakat meyakini ritual ini sebagai sarana pembebasan diri manusia atas segala bencana, (2)  makna ekonomi, secara ekonomi tradisi ritual tuturangiana andala dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah. (3) makna pelestarian budaya terhadap komodifikasi ritual, diketahui bahwa tradisi ritual tuturangiana andala yang dimiliki masyarakat Pulau Makassar agar dapat dihidupkan kembali, sebagai upaya pelestarian nilai budaya dari ancaman kepunahan, mengingat dalam tradisi ritual tuturangiana andala terdapat banyak nilai kehidupan yang positif dan harus dipertahankan. Ketiga, komodifikasi ritual tuturangiana andala berimplikasi kepada komponen sistem sosiokultural masyarakat nelayan Pulau Makassar yang meliputi superstruktur ideologis, struktur sosial, dan infrastruktur material, diantaranya di bidang ideologi umum, agama, Ilmu pengetahuan, kesenian, politik, stratifikasi sosial, keluarga dan kekerabatan, pendidikan, ekonomi, dan ekologi. Keempat, sebagai langkah strategi pewarisan dan penyelamatan terhadap budaya ritual tuturangiana andala pemerintah telah melakukan pendokumentasian dalam bentuk film dan foto-foto untuk dapat dipublikasikan kepada generasi berikutnya. (pps.unud/bd)

Info Beasiswa Dikti 2015

Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) tahun anggaran 2015 gelombang pertama dibuka bagi Dosen Tetap PTN dan PTS dilingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dan telah terdaftar sebagai mahasiswa angkatan sedang berjalan/on-going pada Pascasarjana Penyelenggara BPP-DN periode masuk semester genap tahun akademik 2012/2013 sampai dengan semester genap 2014/2015 bagi program Doktor dan semester genap tahun akademik 2013/2014 sampai dengan semester genap 2014/2015 bagi program Magister yang dibuktikan dengan salinan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Pendaftaran melalui http://beasiswa.dikti.go.id/bppdn/

Bagi calon pelamar yang baru akan mulai studi pada semester gasal 2015/2016 mohon tidak mendaftar pada periode ini karena akan diberikan kesempatan pada periode berikutnya.

Sumber: Dikti

Maria Matildis Banda : Tradisi Lisan Sa Ngaza Dalam Ritual Adat dan Ritual Keagamaan Etnik Ngadha di Flores

Etnik Ngadha di Flores memiliki berbagai tradisi lisan. Salah satu tradisi lisan yang terkenal adalah tradisi lisan Sa Ngaza (TLS). TLS berbentuk puisi lisan. TLS diwartakan dalam ritual adat (RA) yang berkaitan dengan idenitas asal usul ebu nusi (leluhur), bhaga (rumah kecil simbol leluhur perempuan) serta nua (kampung). Kenyataan sekarang globalisasi mempertemukan agama dan adat dengan berbagai dinamika. Ada kecenderungan TLS lebih subur hidup dalam ranah agama dibandingkan dalam ranah adat. TLS dalam ritual keagamaan (RKA) misalnya wo’o Sa’o Dewa (pemberkatan Gereja) mengadopsi langsung TLS dalam RA ka sa’o (pemberkatan rumah adat).

Relasi inkulturatif adat dan agama melahirkan pertanyaan problematik dan tujuan yang menarik untuk diteliti yaitu bagaimana hakikat, fungsi, makna, dan pewarisan TLS. Teori yang digunakan adalah teori formula, teori semiotik, dan teori praktik, khusunya praktik modal. Ketiga teori tersebut dimanfaatkan secara ekliktik dengan dukungan teori lainnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan paradigma penelitian kajian budaya.Berdasarkan latar belakang, rumusan masalaha, tujuan, teori, dan metode penelitian dapat disimpulka bahwa Sa Ngaza memiliki pola formula dalam matra yang sama. Formula katagori III (bab penutup). Formula ini mendukung proses transmisi Sa Ngaza sebagai sebuah tradisi lisan sehingga mori Sa Ngaza (pewarta Sa Ngaza) dapat menjaga kontinuitas TLS. Pola Formula ini memudahkan Sa Ngaza hadir dalam RKA. Kategori I dan III mengungkapkan keunikan bunyi vokal Sa Ngaza sebagai “mantel” bahasa yang menentukan makna, memiliki posisi superordinat, dan memegang posisi otoritas. Kondisi ini mengesankan TLS sebagai puisi lisan adalah musik vokal yang ditandai ritme dan nada.

Fungsi estetika, pengesahan pranata dan lembaga kebudayaan, serta sosial ekonomi menjelaskan bahwa teks lisan Sa Ngaza ada jika ada ritual. Ritual ada jika para hierarki kepemimpinan menciptakan ruang untuk menghadirkannya. Hal ini menegaskan bahwa TLS bukan hanya hakikat nilai-nilai sastra lisan, tradisi lisan, dan kebudayaan, tetapi juga modal budaya, modal inkulturasi, dan parrhesia (berkaitan dengan berbicara dan kebenaran) menempatkan TLS dan transmisi kelisanan, komposisi, dan performance ditentukan oleh mori Sa Ngaza tidak terlepas dari  keluarga dan kepemimpinan didalamnya. Pewarisan TLS secara umum dapat dilakukan melalui kelarga dan masyarakat, institusi agama, dan pendidikan.

Temuan penting dalam penelitian ini adalah matra dalam formula Sa Ngaza mendukung transmisi TLS. Berbagai modal yang dimiliki, adalah jalan bagi hierarki kepemimpinan, menentukan keberlanjutan tradisi. Dalam pandangan globalisasi dan posmodernisme, agama ( global) dan adat (lokal) dapat saling berkomunikasi dan dapat pula saling mendominasi. Pendalaman hakikat, fungsi, makna, dan sistem pewarisan yang terencana dapat membangun jembatan komunikasi yang inkulturatif.

Info Beasiswa Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI)/Sandwich-Like Tahun 2015

Salah satu bentuk kontribusi dosen di tingkat internasional adalah publikasi karya ilmiah pada jurnal yang bertaraf internasional. Untuk menghasilkan publikasi tersebut dapat dilakukan melalui pencangkokan/magang dosen ke beberapa pembimbing bertaraf internasional di luar negeri. Sehubungan dengan hal tersebut, Ditjen Pendidikan Tinggi kembali menawarkan Program Beasiswa Peningkatan Publikasi Internasional (PKPI)/Sandwich-like tahun 2015 bagi mahasiswa S3 di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Sekolah/Program Pascasarjana Perguruan Tinggi penyelenggaran BPP-DN.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman http://beasiswa.dikti.go.id/pkpi, yang sudah bisa diakses mulai tanggal 09 Maret s.d 17 April 2015.

Unduh PANDUAN-PKPI-2015

Unduh Pendaftaran-Beasiswa-PKPI-2015

Sumber :http://dikti.go.id

I Gusti Ketut Purnaya: Relasi Kuasa Dalam Pengelolaan Resor Wisata Nusa Dua, Bali

Jumat, 6 Maret 2015. Program Pascasarjana Universitas Udayana kembali menyelenggarakan sidang terbuka Badan Perwakilan Pascasarjana (BPPs) dengan acara tunggal yaitu Ujian Terbuka Promosi Doktor. Pada ujian kali ini yang akan diuji atas nama Promovendus Drs. I Gusti Ketut Purnaya, SH.,M.Si dari Program Studi Doktor Kajian Budaya. Mantan Direktur Operasi BTDC Nusa Dua dan juga dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional/Sekolah Pariwisata Bali ini melakukan penelitian di kawasan Resor Wisata Nusa Dua Bali.

Dalam disertasinya yang berjudul “Relasi Kuasa Dalam Pengelolaan Resor Wisata Nusa Dua, Bali” dinyatakan bahwa, penelitian ini menganalisis relasi kuasa tiga pengempu kepentingan dalam pengelolaan Resor Wisata Nusa Dua, dalam era satu setengah dekade terakhir ini, yaitu sejak reformasi (1998) sampai 2013. Tiga pengempu kepentingan di resor ini yaitu pemerintah/Bali Tourism Development Corporation BTDC (pemilik), investor (pengelola hotel), dan masyarakat. Selama ini, penelitian terhadap Nusa Dua difokuskan pada aspek kepuasan wisatawan, aspek lingkungan secara sempit pada pengolahan limbah, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Nusa Dua, dan aspek dampak ekonomi.

Menurut Promovendus, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk relasi kuasa dalam pengelolaan Resor Wisata Nusa Dua pada masa pasca reformasi 1998-2013, ideologi apakah yang mempengaruhi relasi kuas dalam pengelolaan Resor Wisata Nusa Dua, dan pemaknaan relasi kuasa dalam pengelolaan Resor Wisata Nusa Dua dikalangan tiga pengempu kepentingan yaitu pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.

Penelitian ini menggunakan teori hegemoni (Gramsci), diskursus kuasa/pengetahuan (Foucault), dan tindakan komunikatif (Habermas) yang diaplikasikan secara eklektik mengingat sub-topik yang dibahas berkaitan satu sama lainnya. Analisis mengenai relasi kuasa antara BTDC, pengusaha, dan masyarakat dalam pengelolaan Resor Wisata Nusa Dua diperkuat dengan analisis sub-topik ideologi-ideologi yang mempengaruhi relasi kuasa dan strategi setiap pilar memaknai relasi di antara mereka.

Hasil analisis menunjukkan bahwa relasi kuasa antara BTDC dengan masyarakat mengalami perubahan drastis sejak era reformasi dari hubungan hegemonik menjadi hubungan negosiatif dan kemudian oposisional (kontra hegemonik). Dalam relasi hegemonik masyarakat tidak memiliki kuasa untuk menolak rencana pemerintah membangun Resor Wisata Nusa Dua. Mereka menerima proyek top down pemerintah karena mereka dijanjikan akan mendapat kesempatan kerja dan peluang usaha ekonomi pariwisata. Dalam perjalanan berikutnya, masyarakat yang awalnya dalam hegemoni penuh, berani mulai melakukan negosiasi dan bahkan melakukan protes atas praktik pengelolaan Resor Wisata Nusa Dua oleh BTDC dan kalangan investor. Hal ini terjadi sejak zaman reformasi yang memberikan ruang bagi asyarakat untuk menuntut kompensasi atas kepatuhan dan kepasrahan mereka menjual tanahnya pada awal perencanaan pembangunan resor, sesuatu yang tidak terjadi pada zaman sebelum reformasi.

Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sebuah resor wisata tidak saja ditentukan oleh manjemen kepariwisataan dan promosi semata tetapi juga oleh situasi politik dan ideologi pariwisata global. Perubahan sosial politik dan tuntutan ideologi pariwisata global memaksa ketiga pilar untuk secara bijak memperjuangkan kepentingan dan memainkan pengaruhnya dengan tujuan sama yakni memastikan agar pengelolaan Resor Wisata Nusa Dua memberikan keuntungan kepada semua pilar dan berjalan secara berkelanjutan.

Setelah Promovendus mengikuti proses penyanggahan dalam sidang terbuka ini dan mempertimbangkan hasil ujian tertutup serta telah diselesaikannya segala proses akademik yang berlaku di Program Pascasarjana, pimpinan sidang Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K) mengatakan bahwa disertasi ini diterima dan dinyatakan lulus dalam pendidikan doktor serta mulai saat ini berhak memakai gelar Doktor dengan hak dan kewajibana yang melekat pada gelar tersebut.

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2015

Universitas Udayana kembali membuka penerimaan mahasiswa/karyasiswa baru pada Program Doktor (S3), Magister (S2), PPDS (Sp-1), dan Profesi untuk semester Ganjil Tahun Akademik 2015/2016. Pendaftaran secara online mulai tanggal 2 Maret – 24 April 2015 melalui laman pendaftaran online : https://pendaftaran-pasca.unud.ac.id.

http://www.pps.unud.ac.id/wp-content/uploads/pasca_1.jpg

http://www.pps.unud.ac.id/wp-content/uploads/pasca_2.jpg

Sistem Mutasi Mahasiswa Online Unud

Universitas Udayana pada awal tahun ini telah melaunching sebuah sistem aplikasi mutasi mahasiswa online. Program ini diharapkan dalam pengajuan cuti, pindah, atau berhenti kuliah oleh mahasiswa dapat lebih cepat, tepat dan tepat sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Program aplikasi ini terintegrasi dengan sistem aplikasi akademik (SIMAK) yang selama ini sudah diterapkan di Udayana. Aplikasi ini dirancang dan dibangun oleh tim Divinkom Udayana dibawah koordinasi Rektor melalui Biro Administrasi Akademik. Program aplikasi tersebut dapat diakses melalui link http://mutasi-mhs.unud.ac.id.